FDK UINSU dan Dinas LHK Teken MoA, Kaprodi S3 KPI: Dukung Upaya SDGs

MEDAN – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Sumatera Utara menandatangani nota kesepahaman (MoA) kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan berlangsung di Aula Dinas LHK Provinsi Sumatera Utara, Kamis (8/1/2026).

Kerja sama ini memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, juga menjadi bentuk dukungan nyata FDK UINSU terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 17 (Kemitraan) yang berfokus pada perlindungan bumi dan keberlanjutan lingkungan hidup dan juga kemanusiaan.

Hadir dalam penandatanganan tersebut Dekan FDK UINSU Prof. Dr. Hasan Sazali, M.A, Kepala Dinas LHK Provinsi Sumatera Utara Heri Wahyudi Marpaung, S.STP., M.AP, Sekretaris Dinas LHK Dr. Ari Harahap, M.H, serta jajaran pimpinan FDK UINSU, di antaranya Wakil Dekan II Dr. Elfi Yanti Ritonga, M.A, Wakil Dekan III Prof. Dr. Anang Anas Azhar, M.A, Ketua Prodi KPI Dr. Irma Yusriani Simamora, M.A, Ketua Prodi PMI Dr. Khatibah, M.A, Ketua Prodi S3 KPI Dr. Ahmad Sampurna, M.A, dan Sekretaris Prodi MD FDK UINSU Muhammad Fachran Haikal, S.TP., M.M.

Dekan FDK UINSU Prof. Hasan Sazali menjelaskan bahwa MoA ini diarahkan untuk memperkuat realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendekatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis isu lingkungan hidup dan kehutanan.

“Kerja sama ini diharapkan memberi manfaat nyata. Bidang kajiannya berbasis lingkungan hidup dan kehutanan. Bahkan dalam kondisi saat ini, FDK UINSU siap terlibat dalam pengabdian masyarakat bagi korban banjir, mengingat dampak banjir di Sumatera Utara sangat luar biasa,” ujar Prof. Hasan.

Menurutnya, dampak bencana banjir telah membawa berbagai persoalan sosial, termasuk di bidang pendidikan. Banyak siswa dan mahasiswa yang terpaksa putus sekolah maupun kuliah akibat keterbatasan ekonomi pascabencana.

“Dalam konteks pengabdian masyarakat, kami siap membangun kolaborasi dengan Dinas LHK bersama mahasiswa FDK untuk membantu korban banjir, khususnya di wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan,” katanya.

Selain pengabdian masyarakat, Prof. Hasan Sazali juga menegaskan bahwa kerja sama ini mencakup bidang pendidikan dan penelitian, termasuk kebutuhan dosen praktisi dari Dinas LHK untuk mengajar di FDK UINSU serta kolaborasi riset dosen sebagai bagian dari penguatan akreditasi program studi.

Sementara itu, Kepala Dinas LHK Provinsi Sumatera Utara Heri Wahyudi Marpaung mengapresiasi kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan lingkungan dan dampak perubahan iklim.

“Semua pihak, termasuk pemerintah dan perguruan tinggi, harus bekerja sama dalam mengatasi dampak banjir di Sumatera Utara. Kami secara khusus meminta FDK UINSU untuk ikut membantu pemulihan pascabanjir, terutama bagi masyarakat terdampak di Garoga, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah,” ujarnya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kata Heri Wahyudi, tengah fokus pada rehabilitasi dan pemulihan korban banjir di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Menurutnya, peran perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut konkret dari kerja sama tersebut, di akhir pertemuan Dinas LHK Provinsi Sumatera Utara menyerahkan bantuan tangki air berkapasitas 1.600 liter untuk kebutuhan korban banjir di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Bantuan ini merupakan bagian dari realisasi MoA FDK UINSU dan Dinas LHK Sumut, yang direncanakan akan disalurkan kepada masyarakat terdampak pada akhir Januari 2026.

“Melalui kerja sama ini, FDK UINSU juga mendukung upaya pencapaian SDGs utamanya SDG 13 (Aksi Iklim) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan,” kata Ketua Prodi S3 KPI, Dr. Ahmad Sampurna.(min)