BANDA ACEH – Hasil riset mahasiswa Program Doktor (S3) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan tentang berbagai isu strategis di Aceh mendapat perhatian Pemerintah Aceh. Temuan-temuan penelitian itu dinilai berpotensi menjadi bahan penyusunan kebijakan publik di daerah tersebut.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Diseminasi Riset “Aceh Kontemporer” yang digelar di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Banda Aceh, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini digagas kolaborasi antara Program Studi S3 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara, Sekolah Pascasarjana UIN Ar Raniry dan BPSDM Provinsi Aceh.
Kepala BPSDM Aceh Marthunis mengatakan pemerintah daerah membutuhkan hasil-hasil penelitian yang mampu menjawab persoalan riil masyarakat.
“Hasil penelitian tidak boleh berhenti di jurnal semata, tetapi harus mampu menjadi dasar perumusan kebijakan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Marthunis.

Menurutnya, Pemerintah Aceh sudah mengembangkan Laboratorium Inovasi Kebijakan Aceh sebagai ruang kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam menerjemahkan hasil riset menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif.
Dalam forum tersebut, sejumlah doktor baru lulusan S3 KPI UINSU mempresentasikan hasil penelitian yang mengkaji berbagai fenomena sosial-keagamaan di Aceh.
Di antaranya, Dr Fitri Melya Sari memaparkan penelitian tentang dinamika eksistensi Teungku Inong di ruang publik Aceh. Sementara Dr Azman membedah konstruksi branding citra syariat Islam di Aceh.
Selain itu, Dr Syukri mengkaji khutbah Jumat di Aceh, sedangkan Dr H Ibnu Sa’dan mempresentasikan penelitian mengenai strategi komunikasi penguatan syariat Islam di lingkungan perguruan tinggi. Selanjutnya, Dr Syahril Furqani dan Dr Hanifah memaparkan riset mereka yang memotret fenomena komunikasi digital di Aceh. Kemudian Dr. Ahyar dan Dr. Irpannusir mengkaji komunikasi politik yang berkembang di Aceh. Lalu ada juga Dr. Kamaruddin Hasan yang memaparkan Komunikasi Perdamaian dan Dr. Bustami yang mengungkap Komunikasi Wali Nanggroe dalam Mengawal Perdamaian di Aceh.
Dekan FDK UINSU Prof Hasan Sazali mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan hasil penelitian kampus dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Riset harus mampu membaca persoalan masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi daerah,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh Direktur Pascasarjana UIN Ar Raniry, Prof. Eka Srimulyani, Ph.D
Pada kesempatan yang sama, UINSU Medan dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh juga memperpanjang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Wakil Rektor IV UINSU Prof Muzakkir yang mewakili Rektor UINSU bersama Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman.
Prof Muzakkir menegaskan kerja sama antarkampus harus menghasilkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kerja sama tidak cukup berhenti pada penandatanganan dokumen. Yang terpenting adalah implementasi dalam bentuk kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” katanya.
Selain menghadiri agenda kerja sama dan diseminasi riset, Prof Muzakkir juga menjadi pemateri dalam sejumlah kuliah umum di UIN Ar-Raniry. Salah satunya mengangkat tema ekoteologi dalam perspektif sufistik serta peran tasawuf dalam pengembangan sumber daya manusia.
Ketua Laboratorium Inovasi Kebijakan Aceh (LINKA) BPSDM Aceh, Zalsufran, menilai forum seperti ini penting untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan kapasitas keilmuan perguruan tinggi.
“Kolaborasi antara kampus dan pemerintah menjadi kunci agar hasil-hasil penelitian tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi benar-benar berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Prodi S3 KPI Dr. Ahmad Sampurna dan Sekretaris Prodi S3 KPI Dr. Fakhrur Rozi, S.Sos, M.I.Kom, serta dua mahasiswa asal Aceh yang masih menempuh studi di S3 KPI FDK UINSU yakni Saidi (ASN Sekretariat DPRA) dan AK Jailani (Praktisi Jurnalistik di Aceh, pengelola Podcast PehTem).(min/fr)
